Gelagat Menantu Sebelum Bunuh Mertua di Mojokerto, Sempat Berhubungan Intim Lalu Aniaya Istri

Gelagat Menantu Sebelum Bunuh Mertua di Mojokerto, Sempat Berhubungan Intim Lalu Aniaya Istri

Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh menantu terhadap mertuanya kembali terjadi di Mojokerto, Jawa Timur. Satuan alias Tuan (42) merupakan pelaku yang telah menghabisi nyawa Siti Arofah, mertuanya sendiri. Tak hanya itu, Tuan juga melakukan penganiayaan terhadap istrinya, Sri Wahyuni (36).

Kronologi Kejadian

Dari keterangan yang diperoleh, kejadian pembunuhan dan penganiayaan tersebut terjadi pada hari Selasa, tanggal 14 Februari 2023, sekitar pukul 02.00 WIB. Pada saat itu, Tuan sedang berada di rumah mertuanya yang terletak di Desa Sumberjati, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto. Menurut informasi, sebelum melakukan pembunuhan, Tuan sempat berhubungan intim dengan istrinya, Sri Wahyuni. Setelah itu, Tuan tiba-tiba berubah perilaku dan menganiaya Sri Wahyuni.

Motif Pembunuhan

Saat ini, motif pembunuhan yang dilakukan oleh Tuan masih dalam penyelidikan. Namun, dari keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa Tuan memiliki riwayat perilaku yang tidak stabil. Bahkan, beberapa waktu sebelum kejadian, Tuan pernah melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Kapolres Mojokerto, AKBP M. Arif Fadillah, membenarkan bahwa Tuan memiliki riwayat perilaku yang tidak stabil. "Tuan memiliki riwayat perilaku yang tidak stabil, dan beberapa waktu sebelum kejadian, Tuan pernah melakukan penganiayaan terhadap istrinya," kata Kapolres.

Penangkapan Pelaku

Setelah melakukan pembunuhan dan penganiayaan, Tuan melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun, tidak lama kemudian, Tuan berhasil ditangkap oleh anggota kepolisian yang melakukan penyelidikan. Saat penangkapan, Tuan tidak melakukan perlawanan. Ia langsung mengakui perbuatannya dan bersedia untuk dimintai keterangan.

Penganiayaan Terhadap Istri

Sri Wahyuni, istri Tuan, mengalami luka-luka akibat penganiayaan yang dilakukan oleh suaminya. Ia mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah dan tangan. Menurut Sri Wahyuni, penganiayaan tersebut terjadi setelah Tuan berhubungan intim dengannya. "Setelah berhubungan intim, Tuan tiba-tiba berubah perilaku dan menganiaya saya," kata Sri Wahyuni.

Reaksi Masyarakat

Kasus pembunuhan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Tuan menuai reaksi dari masyarakat. Banyak warga yang merasa terkejut dan tidak percaya dengan kejadian tersebut. "Kami tidak percaya bahwa Tuan bisa melakukan hal seperti itu. Kami berharap agar Tuan dihukum seberat-beratnya," kata salah satu warga.

Tindakan Polisi

Polisi telah melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Tuan. Polisi juga telah mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk mengungkap motif pembunuhan. "Kami akan terus menyelidiki kasus ini dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Kami berharap agar kasus ini bisa segera diungkap," kata Kapolres. Dengan demikian, kasus pembunuhan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Tuan masih dalam penyelidikan. Polisi akan terus menyelidiki kasus ini dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk mengungkap motif pembunuhan.

Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Jawa Timur

Posting Komentar

0 Komentar

Trending Now